Postingan

Kini, Mengartikan Kisah Sendiri

  Kali ini, izinkan aku berterimakasih kepada Tuhan, pada tiap takdirnya yang gak kuinginkan, yang tiap sabar dan ikhlasnya sedang kuusahakan.   Desember, di akhir tahun ini, punya banyak warna rasa buatku. Selir gumilir lirih tangisnya.. aku iyakan saja. Lagi-lagi aku menjumpai lara. Lagi-lagi aku menyapa serah,   Tapi ada yang bilang, jangan dulu menyerah sebelum semuanya selesai. Jangan dulu mundur, sebelum kamu maju. Aku sadar, di tahun ini banyak pilihan yang kuputuskan secara cepat. Alhasil, ditengah-tengahnya aku memikul ikhlas, memeras sabar. Bodoh! adalah umpatanku. Dan tetaplah bodoh, adalah motivasiku untuk terus mencari ilmu dan agar tidak sombong.   Di tahun ini, beberapa pertanyaan rumitku terjawab. Aku juga memulai perjalanan meluruskan jiwa. Di hidup cuman sekali ini, kenapa ya aku belum juga merasakan diperjuangkan . Ada kalimat begini bunyinya, kamu naik bis, kamu gak kenal sama supirnya.. tapi kamu yakin akan sampai tujuan. Kamu nai...

Hidup Seruput

Lama kiranya aku tak menulis. Mungkin karena hidupku yang terlalu banyak warna, atau mungkin karena alam yang terlalu banyak canda.. hingga bagiku, sunyi adalah kenikmatan tersendiri. Aromanya menenangkan, tak diketahui keberadaannya adalah penghormatan. Iya yah, irama hidupku jadi berubah. Disinilah aku ingin bercerita mengenai kesalahanku. Agar kalian juga tak mengalami kapal yang goyah. Hidup seruput, sehijau rumput dan se-ringan sayap nyamuk. Tak berharga tapi banyak yang mengejarnya sekuat raga. Barangkali aku juga begitu, memandang dunia terlalu serius sampai mengira semuanya harus seratus. Dan akhirnya, ketidaksempurnaan dalam hidup menjadi kekesalan tersendiri. Memaksa dan menuntut semuanya harus sesuai dengan keinginan dan rencana. Hidup seruput, tak ada artinya bila hanya mengejar dunia. Hidup seruput, sebentar, se-tegukan, se-jinjit, dan tak selamanya. Lantas jika kita tahu begitu, kenapa marah? Kenapa mengeluh? Kenapa bersedih? Kenapa khawatir? Bukankah kita punya...

Ternyata, Ada yang Lebih Aku Cintai, Kak.

Ternyata, Ada yang Lebih Aku Cintai, Kak.  Dari beberapa waktu yang lalu, benar harus diakui bahwa hati ini telah menentukan arahnya. Kepada siapa…  Namun, aku berfikir lagi. Saat Tuhan berikan kecewa, saat hati ini dipatahkan…   Perih dan sesak memang menjadi hembusan anginnya. Berulang kali mulut berucap, “Ya Allah aku sakit hati, ya Allah aku patah hati, ya Allah aku patah hati”. Hanya pada-Nya, aku mengadu, atas apa yang aku rasakan. Atas apa yang membuatku berat.  Kemudian aku berfikir, kak.  Cinta yang dirasakan ini, tak terlalu menyakitkan setelahnya. Berkali-kali aku diam, merenungi apa yang harus aku syukuri, aku memaksa untuk bersyukur. Apa dan mengapa..  Diantara syukur-syukur itu, lagi-lagi hati ini jatuh pada firman-Nya. Tenang, dan sendu.. yang menguasai jiwa. Aku diam dan menangis, memeluk mushaf. “Aku mencintaimu…”  “Ya Rabb..”  Ternyata, ada yang lebih aku cintai. Diatas segala-galanya, yang lebih aku takuti, yang tak bisa se...

Aku merindukan masa lalu, Yah

  Aku merindukan masa lalu, Yah   Ini adalah sebuah ungkapan perasaan, bukan kumpulan motivasi. Bukan juga tentang nasehat. Sekali lagi, ini hanya untaian kalimat juga cerita hidupku.. Penuh dengan perasaan, Aku, Si anak bungsu Yang manja… **             Perkenalkanlah aku, manusia yang rintih. Sering sekali aku membuat gaduh keluargaku dengan beragam penyakit yang entah datang darimana, tiba-tiba saja ada. Hehe. Kurang lebih enam tahun berturut-turut, aku pernah keluar masuk rumah sakit satu tahun tiga sampai empat kali. Entahlah, sakit apa sajalah itu, intinya “ada”. Jadi kalian bisa terbayang kan?? Seberapa sabar orang tuaku. Apalagi ayah, bahkan pernah dalam waktu semalam, ia pulang ke Tegal gara gara mendengar kabar bahwa aku dirawat. Duh, perjalanan dari Jakarta ke tegal itu lumayan capek loh. Tapi setibanya di Tegal, ayah langsung ke rumah sakit, membawa kue dan jajanan favoritku. J   ...

"Aku gak bisa nikah cuman cinta-cintaan. Harus ada prokernya"

 "Aku gak bisa nikah cuman cinta-cintaan. Harus ada prokernya" Cerpen by : pukosaa      Ini adalah percakapan aku dan dua temanku hari lalu, tak nyata karena aku tambah khayalan di beberapa sesi kisah. Yaa mungkin ini hanya obrolan biasa menurut kalian, tapi mungkin bisa aja jadi inspirasi atau ada sesuatu yang bisa kalian petik. Ini tentang persahabatan, tentang kehidupan, atau mungkin hanya candaan... *      Di sudut kota paling ujung, disebuah rumah tak terlalu besar. Saat matahari menyembunyikan sinarnya dibalik awan, ada tiga manusia yang berkawan lebih dari empat tahun berkumpul dalam satu ruangan. Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing, mengenai amanah juga tanggung jawab yang dipikul. Pandemi masih menjalar, dan kehidupan kampus juga masih berlayar secara online. Entah keuntungan atau kerugian, yang jelas ini patut disyukuri, sebab semuanya bisa disambi. Sambi rebahan, sambi balesin chat, sambi becandaan dengan kawan, atau sambi bermain di...

Wanita Yang Berbeda

Gambar
Seorang Wanita Yang Berbeda   Seorang Wanita Yang Berbeda   Aku tersentak dalam diam. Mengarungi samudra pikiran, mencari jawaban. Aku benar-benar gak habis pikir, di dunia ini ternyata ada wanita seperti itu. Kupikir ia hanya ada saat film film karya hanung bramantyo saja, atau novel yang ditulis oleh asma nadia. Nyatanya tidak. Ia nyata, ada di sudut kota Malang sana. Bila kalian menuntut standar kecantikan barat, aku yakin kalian tidak akan sepakat denganku kalau ia itu teramat cantik. Kulit sawo matangnya seolah menggambarkan seberapa tangguhnya ia berjalan dalam visi hidupnya. Caranya berbicara dan menyampaikan seolah tak luntur walau ia adalah ibu dari delapan anak, dan semuanya di didiknya, homeschooling. Mengejutkan bukan? Seorang wanita hebat luar biasa, istri dari dokter Hasan asal Australia (kalau tidak salah). Ada lagi yang membuat tertegun, ia dan keluarga hidup di hutan, jauh dari keramaian jauh dari polusi dan jauh dari hingar bingar keributan. Dan juluk...

First Love

Gambar
First Love   Banyak banget pembahasan soal first love ini. Yaa ibaratnya kaya lagi happening gitu sih, apalagi di kalangan muda-mudi. Dahlah, tranding topic banget. Kalian udah pernah ga sih ngerasain first love? Udah tau rasanya gimana? Kalau tau, boleh sharing sih.. hehehe Katanya, first love itu susah dilupain. Katanya, first love itu paling indah, terkenang, membekas dan memenuhi perhatian. Beneran gitu ya? Yaa aku sih tanya aja, hehehe. Kalau gitu, berarti first love punya power banget yah? Kaya ibarat listrik, dia batu bara nya. Ibarat Api, dia kayu nya. Ibarat kita, kamu aku punya. Eaa, wkwk, bisa gombal juga…. Cinta itu fitrah ya. Gak perlu disalahkan juga kalau datang. Tapi banyak banget yang salah dalam menyambutnya. Mungkin ditunggu-tunggu sih, tapi buru-buru kan gak baik juga. Mungkin juga di idam-idam kan banget, tapi kalau terlalu obsesi juga gak baik kan.. Cinta dalam bentuk apapun rasanya bakal sama. Indah bagi inangnya. Sejuk bagi penikmatnya. Bahagia bag...