Kini, Mengartikan Kisah Sendiri
Kali ini, izinkan aku berterimakasih kepada Tuhan, pada tiap takdirnya yang gak kuinginkan, yang tiap sabar dan ikhlasnya sedang kuusahakan. Desember, di akhir tahun ini, punya banyak warna rasa buatku. Selir gumilir lirih tangisnya.. aku iyakan saja. Lagi-lagi aku menjumpai lara. Lagi-lagi aku menyapa serah, Tapi ada yang bilang, jangan dulu menyerah sebelum semuanya selesai. Jangan dulu mundur, sebelum kamu maju. Aku sadar, di tahun ini banyak pilihan yang kuputuskan secara cepat. Alhasil, ditengah-tengahnya aku memikul ikhlas, memeras sabar. Bodoh! adalah umpatanku. Dan tetaplah bodoh, adalah motivasiku untuk terus mencari ilmu dan agar tidak sombong. Di tahun ini, beberapa pertanyaan rumitku terjawab. Aku juga memulai perjalanan meluruskan jiwa. Di hidup cuman sekali ini, kenapa ya aku belum juga merasakan diperjuangkan . Ada kalimat begini bunyinya, kamu naik bis, kamu gak kenal sama supirnya.. tapi kamu yakin akan sampai tujuan. Kamu nai...