Miss Universe ala Islam
MISS UNIVERSE
ala islam
Bismillahirrahmaanirrahiim..
Kalian tau miss universe kan?
Menurut kalian miss universe itu yang kaya gimana sih? Nah sebagaimana pendapat
kalian itu, Allah dan rasulnya juga punya definisi miss universe yang
sesungguhnya loh.. berikut hadistnya,
عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه
وسلم: حسبُك مِن نساء العالَمين أربعٌ: مريم بنت عمران، وآسية امرأة فرعون، وخديجة
بنت خويلد، وفاطمة بنت محمد
Rasulullah SAW bersabda:
''Sebaik-baik wanita di alam semesta ada empat orang. Mereka adalah Maryam
binti Imran, Asiyah binti Muzahim istri Firaun, Khadijah, dan Fatimah. (HR
Ahmad).
Nah dari
hadist tersebut ketangkep ya siapa the real miss universe itu. Yap benar
sekali, ada bunda Maryam binti Imran yang menempati urutan pertama. Yuk kaji
lebih dalam soal bunda Maryam ini,
Disini udah
pada tau dong siapa bunda Maryam itu, yap beliau adalah wanita istimewa yang
memiliki keutamaan di sisi Allah. Beliau adalah sebaik-baiknya role model, dan
kita jangan sampai salah memilih role model dalam hidup kiita. Karena kalau
kita sampai salah memilih role model dalam hidup kita bisa-bisa kita menurunkun
kemuliaan wanita yang dimaksud oleh Allah dan Rasulnya. Hal ini sesuai dengan
visi mereka yang menginginkan kemunduran islam yaitu dengan membuat definisi
‘miss universe’ dengan definisi cantik, hidungnya mancung, langsing dan tinggi,
berkulit putih, dari segi keseksiannya, mata indah, menampilkan auratnya yang
mana menimbulkan syahwat bagi laki-laki, dll. Dan mirisnya, kebanyakan kaum
muslimin di Indonesia terutama yang meyakini definisi ‘cantik’ seperti ini.
Banyak di antara kita yang berlomba-lomba memposting di social media dengan
lenggak lenggoknya atau bergoyang-goyang tanpa malu ditik-tok. Miris banget ya?
Sama. Padahal sudah jelas kalau kita melihat dari bunda Maryam, bagaimana
kemuliaan wanita itu. Pertanyaanya, kenapa sih? Apa sih yang menjadi istimewa
dari bunda Maryam?
Alasan
kenapa Allah memilih Maryam sebagai nisa lila’lamin adalah karena menjaga
kesuciannya. Dari sinilah kita melihat bahwa indikator kemuliaan wanita adalah
dari kesuciannya. Kesucian disini bukan hanya berlaku untuk keperwanan, karena
ada wanita yang menjaga kesuciannya tapi sudah tidak perawan lagi seperti bunda
Khadijah misalnya, beliau dijuluki sebagai wanita mulia, kenapa? Karena beliau
suci. Menjaga kesucian disini itu mampu menjaga dirinya, mampu menjaga
akhlaknya dan kehormatan dirinya, tidak mudah jatuh ke sembaranagn laki-laki,
tidak mudah tergoda, dan tidak mudah memamerkan dirinya ke orang lain. Ada
sifat kesucian yang menyelimutinya yaitu sifat malu yang mana sifat ini harus
menjadi ciri bagi seorang muslimah. Karena ketika rasa malu itu hilang maka
manusia akan berbuat sesukanya. Seperti yang tadi diawal dibicarakan, para
wanita yang menurunkan kemulian, akhlak, dan maruah wanita dengan
berjoget-joget atau berikhtilat, pacaran, dipegang-pegang oleh yang bukan
mahram tanpa mempunyai rasa malu yang kemudian di posting di media sosial.
Dulu, orang terkenal karena maksiat itu malu, sekarang orang terkenal karena maksiat
justru bangga. Naudzubillah.
Jadi
itu temen-temen, pergeseran pemikiran soal “wanita” oleh kebanyakan dari kita.
Sebenernya wanita itu sangat teramat mulia, namun kadang kita sendiri yang
tanpa sadar telah menggeser itu semua dengan dalih bermacam-macam karena kita
hanya melihat para tokoh public yang tidak sesuai dengan jalannya Allah.
Seperti kita lihat, para peserta miss universe ala barat yang dengan bangganya
berlenggak-lenggok dengan ‘anggun’ menurut mereka yang tanpa disengaja telah
mendoktrin pikiran kita bahwa cantik itu seperti mereka dengan fisik yang
demikian. Padahal ya, cantik versinya Allah itu yang menjaga kesuciannya, mulia
gitu. Seperti muslimah yang sangat menjaga interaksinya dengan lawan jenis,
tidak mau bersentuhan denganyang bukan mahrom, dan banyak lagi.
Nah,
pasti kalian bertanya-tanya kan? “Kalau di zaman sekarang kan susah ka, buat
menjaga agar tidak bersentuhan” atau “Kalau sekolah atau kuliah gini kan emang
harus berinteraksi dengan lawan jenis” dan masih banyak pertanyaan lainnya.
Make it simple temen-temen, kalau kita berusaha pasti bias kok. Mau bukti? Oke
ini ada cerita dari kak Meyda Safira.
Beliau
pernah cerita dalam seminarnya atau ada juga di youtube kak oki setiana dewi
saat Q n A. Beliau cerita bahwa saat dulu syuting pernah ada scene dirinya dan
pemeran laki-laki untuk bersentuhan. Nah kemudian kak Meyda ini bertanya dengan
sopan kepada sutradaranya. Dan dengan tuturnya yang bagus, ternya bias loh di
lobby. Scene kak Meyda berubah dari awal yang seperti itu kemudian menjadi taka
da scene bersentuhan. Masya Allah gak sih? Dan setelah itu di naskah pemain
ditulisin bold gitu “Meyda tidak bersentuhan”, masya Allah banget kaan.. Allah itu menggerakan hati sang sutradara
untuk itu. So, kalian jangan pernah takut, yakin deh semua umat muslim di dunia
ini pasti tau kok kalau wanita dan laki-laki tidak boleh bersentuhan. Yakin
deh, Allah itu maha mampu loh temen-temen buat mengatur semuanya. Jangan takut.
Ini jalan dakwah kita, jalan hijrah kita, memang penuh liku dan tajam. Tapi
percayalah semua itu indah. Bukan dunia yang kita inginkan, demi Allah bukan.
Akhirat tujuan kita kan?
Cinta butuh pembuktian. Bukti cinta kita kepada Allah adalah ketaatan atas seluruh perintah Allah. Dan untuk taat butuh pengorbanan. Kenapa jalan cinta para pejuang begitu pahit? Karena surga begitu manis. Dan tidak ada jaminan syurga bagi kita.
Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
[QS. Al-Baqarah 214]
Sekian, temen-temen.
pukosa
Masyaallah semoga secepetnya bisa bikin buku ya
BalasHapusAamiin... Thanksss
HapusMasyaAllah barakallah ditunggu karya tuliss karya tulis berikutnyaaa
BalasHapusYupsss baca terus yaaa
Hapus